Uniknya tradisi sebar apem di Festival Yaqowiyu.

/
0 Comments
Gunungan kue apem
Ritual sebar apem Yaqowiyu di Jatinom, Klaten ini menarik perhatian saya, siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini, bisa dibilang juga makanan tradisional. Waktu kecil dulu, saya sering memakan kue apem ini yang dibelikan oleh ibu saya ketika pulang dari pasar. Tradisi Yaqowiyu ini merupakan upacara tradisional yang telah dilakukan secara turun-temurun sejak dulu dan rutin dilakukan pada hari jum'at tiap pertengahan bulan sapar.
Ribuan orang memadati lapangan di dekat Masjid Ageng Jatinom
Jum'at siang, setelah sholat Jum'at ribuan orang memadati lapangan di dekat Masjid Ageng Jatinom untuk berebut kue apem yang disebar. Maka tak heran jika pengunjung melimpah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Acara tradisi budaya tersebut digelar untuk menggenang jasa Ki Ageng Gribik, Tokoh ulama penyebar Agama Islam di Jawa yang menetap dan meninggal di Jatinom.
Pembagian kue apem kepada masyarakat
Dalam hitungan menit, kue apem habis sudah
Menurut kepercayaan warga, apem tersebut sebagai syarat untuk bermacam-macam maksud. Bagi petani dapat untuk sawahnya, agar selamat dari gangguan hama. Ada yang percaya bahwa apem tersebut akan membawa rezeki, membawa jodoh, dan lain-lain. Maka jika anda berkunjung ke Festival Yaqowiyu ini tak heran dengan keunikan pengunjung yang rela berebut untuk mendapatkan kue apem tersebut. 
Siap melemparkan kue apem
Warga berebut kue apem yang di lemparkan dari menara
Ada juga yang sampai membawa jaring untuk menangkap ikan :)
Payung dibalik supaya mendapatkan lebih banyak apem, haha.. :)



You may also like

No comments:

Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf, selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Powered by Blogger.