Showing posts with label Jelajah Pantai. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Pantai. Show all posts
Lombok memang destinasi yang lengkap dari bawah laut, pantai, bukit sampai pegunungannya. Hari pertama saya tiba di lombok saya langsung menuju bukit malimbu. Bukit Malimbu merupakan salah satu spot terfavorit di Pulau Lombok untuk menyaksikan sunset. Bukit Malimbu sendiri ada dua, yaitu bukit malimbu 1 dan bukit malimbu 2. Jarak dari kota mataram sekitar kurang lebih 45 menit, diperjalanan kalian akan merasakan sensasi yang berbeda, keluar dari hiruk piruk keramaian kota mataram kalian akan menjalani jalan yang berliku-liku dengan pemandangan pantai di sebelah kanan, sepanjang perjalanan itu pula terdapat penginapan atau hotel dengan ciri khas pulau lombok.
Gili trawangan, gili meno dan gili air sudah kelihatan dari Bukit Malimbu II
Jika kalian mau menuju ke gili trawangan dari mataram, ada dua alternatif yaitu melewati pusuk dengan view hutan dan jalanan yang berliku, atau melewati bukit malimbu dengan suasana pantai di sepanjang jalan dengan nyiur melambainya. Menikmati pemandangan dibukit malimbu sangatlah sempurna jika langit dalam keadaan cerah. Jika cuaca sangat cerah kalian juga tak hanya melihat gili trawangan, gili air dan gili meno yang terkenal itu tetapi kalian juga akan disuguhi pemandangan Gunung Agung di Bali dari kejauhan.
Jalanan berliku di Bukit Malimbu II
Manikmati Gili Trawangan dari Bukit Malimbu II
Saya sampai dibukit Malimbu II sekitar jam 16.00 WITA, cuaca yang lumayan panas, tetapi untung saja cerah. Belum setengah jam sampai dibukit malimbu II, seorang kawan si bayu yang menyusul dari Malang sudah tiba di terminal Mataram, akhirnya dua orang terpaksa menjemput dan dua orang lagi termasuk saya bertahan untuk memotret sunset, hahahaha.. ya ginilah, klo sudah pengen motret pokoknya ngotot harus dapet fotonya. Dua jam menunggu sunset nggk asik tanpa makanan dan minuman, mulailah lirik kanan dan lirik kiri untungnya ada juga penjual kopi dan jagung bakar "oke bi, kopi 4 ya bi" hahaha..!! Tapi kalau kalian berjalan ke bagian bawah, berhati hatilah kawan.. banyak ranjau di perjalanan (t*i sapi) yang sudah kering atau basah anget anget masih ada, untung saja ranjaunya tidak satupun saya injak, kalaupun iya tamat sudah harus cuci di air laut yang kalau turun jauh banget, hahaha..
Menanti sunset berdua di Bukit Malimbu II 
Sunset di Bukit Malimbu II, sayang sekali mendung andai saja cerah beda lagi ceritanya, haha

Tahun 2014 merupakan tahun yang istimewa bagi saya, banyak pengalaman yang saya dapat di tahun 2014 lalu. Dari menjadi seorang pejalan sampai memenangi beberapa lomba fotografi, saya selalu bersyukur atas semua pencapaian yang telah terwujud di tahun 2014 dan itu akan menjadi motivasi bagi saya di masa yang akan datang. Tahun baru telah tiba, tentunya harus di awali juga dengan semangat baru, salah satunya yaitu semangat menjelajahi nusantara.
Akhir tahun 2014 saya sempat berfikir, nanti awal tahun mau saya awali kemana ya travelingnya.. hmmm.. entah mengapa saya selalu bimbang, seperti kata orang januari itu hujan sehari - hari. Kedua orang tua saya tak hanya sekali mengingatkan "Yakin mau traveling di musim hujan, nanti kamu nggk bisa kemana - mana dan nggk dapet foto yang bagus". Bukan anak laki-laki namanya kalo musim hujan takut traveling, hahaha.. 
Setelah dipikir ngalor-ngidul, pulau Lombok menjadi destinasi awal pilihan saya di tahun 2015 ini. Kenapa saya memilih lombok, saya pernah mengunjungi pulau ini 3 tahun yang lalu, memory yang ada di otak saya masih kuat melekat akan keindahan yang diberikan oleh pulau lombok, memang waktu itu di pertengahan tahun 2012 saya lebih cenderung mendaki gunung rinjani dari pada explore pantai pantai yang masih tersembunyi dan alami di lombok. Jadi jika saya ke lombok saya ingin menjelajahi pantai pantai yang berpasir putih dengan suasana yang alami.
Tugu masjid di Lombok, simbol pulau ini sebagai pulau seribu masjid
Sesampainya di Pulau Lombok saya sedikit kaget melihat beberapa perubahan, banyak sekali hal yang berubah dari 3 tahun yang lalu. Mataram semakin ramai, jalanan semakin macet dan banyak bangunan baru seperti mesjid di Kota Mataram yang katanya mesjid terbesar di Pulau Lombok, wow.. betapa besarnya masjid itu. Di Pulau Lombok saya bertemu dengan seorang teman lama sekaligus teman perjalanan di Gunung Rinjani, klik Pendakian Gunung Rinjani kalau kalian ingin tau betapa hebatnya badai dan betapa indahnya Gunung Rinjani ini. 
Sore hari di hari pertama, saya langsung menuju bukit malimbu.. bukit malimbu merupakan salah satu tempat untuk menyaksikan sunset di pulau lombok, nanti setiap tempat yang saya kunjungi akan saya ulas lebih dalam lagi satu persatu, jadi bagi kalian yang berencana menikmati indahnya Lombok, jangan malas membaca yak, hahaha :p
Bukit Malimbu II, tempat yang asik menikmati sunset dan secangkir kopi
Batu Payung, Batunya lebih mirip sama ikan louhan tapi yak :)
Surfing asik di pantai selong belanak
Lombok itu indah kata orang, jangan percaya.. buktikan sendiri coy..!! 10 hari saya berada di Pulau Lombok, bersama seorang kawan lama yang berdarah lombok (Rian), dan seorang kawan fotografer dari jogja (Ipanovic), serta dua traveler dari malang yang gokil abis sekalian paling lama bangun tidur, hahhaa.. (Riris+Bayu). Kami berlima sudah seperti power rangers dan bahkan ada yang bilang mirip boy band kalau di foto, ahahah bodoamat sudah..!!
Ada yang bilang "Jangan Ke Lombok, Nanti Gak Mau Pulang !" ternyata itu benar kawan, keindahan dan budaya pulau ini tak ada habisnya di explore, saya selalu sempatkan mengunjungi beberapa tempat walaupun hanya sekedar memotret terus pulang ke mataram, hehehe.. 
Bukit Merese, merupakan bukit untuk melihat pantai keseluruhan dengan pasir yang putih
Cara kami menikmati pagi, bagaimana denganmu kawan..? :D
Destinasi di Lombok yang harus kalian kunjungi :
1. Bukit Malimbu
Pintu Gerbang Menuju Surganya Pulau Jawa
Sudah lama rasanya saya membuat planning ke Karimun Jawa, mungkin sekitar 2 sampai 3 tahun yang lalu dan baru tahun ini bisa menginjakkan kaki di pulau ini, dadakan lagi.. Sebulan sebelum keberangkatan peserta yang mau ikut lumayan banyak, tetapi menjelang keberangkatan hanya 4 orang yang berani melangkahkan kakinya, hahaha.. Perjalanan dari Jogja - Jepara kami tempuh dengan menggunakan travel, pagi dini hari kami sampai di pelabuhan jepara dan kebetulan bertemu dengan 3 traveler yang berasal dari Bandung, okelah.. nambah temen baru deh buat meminimalkan pengeluaran selama di Karimun Jawa, hahaha.. 4-5 jam perjalanan di laut itu sumpah membosankan, kerjaannya cuma duduk, liatin hape, ngemil, tidur begitu seterusnya selama di kapal, awal naek kapal sih hepi banget, dengan bangganya beli tiket trus foto-foto di jalanan menuju dermaga, mau masuk kapal foto-foto, di dalem kapal juga foto-foto.. barulah setelah 1 jam di atas kapal titik kebosanan mulai menjadi virus bagi kami, hahaha..
Setelah sampai di pelabuhan Karimun Jawa, kami langsung menuju homestay yang sudah dipesan sebelumnya, oh ya.. perjalanan kami kali ini tidak mengikuti agen travel, karena biaya yang dikeluarkan jika ikut paket tour lebih mahal, kalo engga percaya coba aja ke Karimun nggk usah ikut paket tour dijamin deh nggk nyesel.. Setelah mendapatkan homestay kami istirahat sejenak dan inilah yang saya tunggu-tunggu, Sunsetnya karimun jawa yang katanya aduh mamah sayangeeeeeeee..
Sunset di Karimun Jawa, Mataharinya Bulet Gitu Coba
Kalo Matahari Udah Tenggelam, Jangan Pulang Dulu, Ada yang Beginian :)
Selama di Karimun Jawa, kami mengunjungi beberapa pulau utama, seperti Pulau Menjangan Besar dimana kalian bisa berenang bersama ikan Hiu yang sudah bersahabat dengan manusia tentunya, ada juga Pulau Menjangan Kecil, disini kalian akan snorkling yang kemudian lanjut menuju Pulau Cemara Kecil.. nah ini dia tempat yang menurut saya asik banget pantainya, pasirnya putih airnya pun ada yang biru muda dan biru tua, widih ikan berenang aja keliatan dari jernihnya.. di sini juga kami makan siang, menunya ikan bakar ala salami broo, sambalnya juaraaaa.. liatin aja udah bisa ngebayangin pedasnya dan gurihnya ikan bakar, hahahaha.. Dari Pulau Cemara Kecil lanjut menuju Pantai Ujung Gelam, di pantai inilah menurut guide kami yang bernama "Mas Ngadi" sunsetnya bagus banget.. 
Selfie Jemaah di Pulau Cemara Kecil
Sunset di Pantai Ujung Gelam, Karimun Jawa
Untuk mengunjungi pulau pulau yang saya sebutkan diatas itu, membutuhkan waktu sehari penuh total ada 3 pulau yang dikunjungi dibagian barat, untuk dibagian timur ada 3 pulau juga yaitu Pulau Kecil, Pulau Tengah dan Spot Gosong. Di Pulau Kecil merupakan spot yang cocok untuk snorkling, ombaknya nggk separah pulau bagian timur, begitu juga dengan Pulau Tengah, disini kami lanjutkan dengan makan siang dan bakar ikan lagi broooo.. Oh ya, kami di Karimun Jawa 7 Hari 6 Malam terdampar kesana kesini akibat Kapal Ferry Siginjay nggk nyebrang dari Jepara ke Karimun Jawa.. tapi kami justru bahagia, bisa lebih lama lagi menikmati pulau Karimun Jawa dan Kemojan. Kali ini perjalanan darat dimulai, dengan sewa motor milik warga langsunglah kami menuju mangrove tracking dan juga bukit love, bukit yang katanya penduduk sekitar romantis buat menyaksikan sunset, acieeeeee.. hahahaha..
Mangrove Tracking, Salah Satu Tempat Menyaksikan Sunset
Homestay di Pantai Baracuda
Dermaga di Pulau Tengah




Setelah pantai wediombo, pantai siung, pantai kukup, dan pantai indrayanti yang akhir-akhir ini begitu ramainya di kunjungi oleh wisatawan, muncul lagi satu primadona pantai di Gunung Kidul, Pantai Pok Tunggal namanya. Pantai ini sudah tak lagi bersembunyi, lokasinya tak jauh dari pantai siung penduduk lokal pun mengerti jika kalian bertanya dimana pantai pok tunggal berada.
Sunset di Pantai Pok Tunggal
Akses menuju pantai ini boleh saya bilang cukup jelek, jalanan buatan dari semen di kedua sisinya dan sesekali terdapat bebatuan merupakan akses yang kurang baik, mengingat jalannya yang cukup sempit. Jika menggunakan motor mungkin saya rasa tidak masalah, tetapi jika menggunakan mobil pribadi atau bus mini saya rasa sudah cukup sulit untuk berpapasan.
View pantai pok tunggal

Dari sudut pandang keindahannya, saya rasa cukup terbayar dengan jalanan yang kurang baik tadi dengan pesona yang dimiliki pantai pok tunggal. Setahun yang lalu saya mengunjungi pantai ini masih sedikit fasilitas yang disediakan, sangat jarang juga penjual yang berada di pantai ini. Tetapi, tidak untuk beberapa minggu yang lalu, ketika saya mengunjungi untuk kedua kalinya, fasilitas yang disediakan sudah mulai lengkap, dari payung pantai lengkap dengan tikarnya, tempat parkir yang banyak dan warung makan yang berbaris disepanjang pantai.
Bukit sebelah timur pok tunggal
Tak hanya fasilitas di pesisir pantai, anda juga dapat menikmati indahnya pantai pok tunggal dari kedua bukit yang mengapit pantai ini. Di bukit sisi barat, terdapat pondok untuk berteduh, hanya dengan mengeluarkan uang secara suka rela anda bisa menikmati indahnya pantai selatan dan matahari terbenam tentunya.
Suasana pagi hari dari bukit sebelah barat

Di sisi timur berbeda lagi kondisinya memasuki bukit panjang, jalan atau tangga buatan dari tanah ini cukup licin jika musim hujan, belum lagi anda akan melewati jembatan buatan penduduk lokal di sisi tebing yang saya rasa cukup extreme. Jembatan yang terbuat dari bambu dan di ikat dengan tali ini saya rasa harus mendapatkan perhatian khusus kedepannya, mengingat bambu yang kondisinya mudah rapuh.
Jalan setapak menuju bukit sisi timur
Jembatan sepanjang
Di bukit sisi timur, sudah terdapat penjual makanan dan minuman, jadi anda tidak usah takut jika kelelahan menaiki bukit ini. Cukup memesan minuman dan menikmati sisi lain pantai pok tunggal dengan sunsetnya yang indah. 
Sunset pantai pok tunggal


"Liburan adalah waktu yang paling banyak ditunggu setiap orang. Walaupun untuk liburan, banyak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang sederhana sampai liburan yang memakan biaya tinggi".
Jernihnya air di Pantai Sadeng
Perjalanan menjelajahi daerah pesisir Gunung Kidul kali ini sampai juga ke Pantai Sadeng, yang terletak di Kecamatan Girisubo. Pantai Sadeng adalah pantai pelabuhan penangkapan ikan terbesar di wilayah Jogjakarta yang terletak di ujung timur Kabupaten Gunung Kidul, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah. 
Dermaga dan mercusuar Pantai Sadeng
Penahan Ombak buatan
Pantai ini lebih dikenal dengan pantai nelayan, karena terdapat semacam teluk dengan penahan ombak buatan. Dengan adanya penahan ombak ini, ganasnya laut selatan bisa diredam dan ombak kencang tidak akan mencapai daratan langsung sehingga kapal-kapal nelayan bisa diparkir dengan tenang.
Teluk di Pantai Sadeng, tempat nelayan memarkirkan kapalnya
Kapal yang digunakan untuk menangkap ikan
Yang menarik dari pantai sadeng ini yaitu pantainya yang hanya sesudut, meskipun sesudut tetapi anda dapat menikmati beningnya air laut, tenangnya ombak, dan putihnya pasir pantai. Tak hanya itu, jika ingin menikmati desiran angin dan suara ombak anda dapat beristirahat di bawah karang pinggir pantai.
View Pantai sadeng dari dalam karang
 Mengunjungi pantai sadeng belum lengkap rasanya jika kalian belum menikmati hidangan lautnya. Ikan, Kepiting, Lobster, Udang, hingga cumi akan kalian temukan di pantai ini dengan harga yang sesuai. Hawanya pun akan menjadi jauh lebih sejuk jika waktu sudah menjelang sore hari. Angin segar pun akan menemani kalian yang menikmati kuliner tersebut.

Siapa sangka di balik bebatuan dan alam Gunung Kidul yang gersang, terdapat pantai-pantai yang indah dan eksotis, seperti Pantai Ngobaran. Ada yang unik dari pantai ini, bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih yang berada di ujung karang mirip seperti yang ada di Bali.

View Pantai Ngobaran dari bukit

Belum banyak yang tahu tentang pantai ini dibandingkan dengan Pantai Baron atau Parang Tritis. Padahal keindahan pantai dan wilayah sekitarnya cukup memukau. Pertama kali mengunjungi Pantai Ngobaran. Seperti kebanyakan pantai yang ada di wilayah Gunungkidul, di pantai ini banyak terlihat tebing atau bukit-bukit batu yang menemani pemandangan pantai. Sungguh indah melihat hamparan laut dari atas bukit. Dari sisi lain akan terlihat pantai dengan tebing-tebing menawan dipadu pohon pandan besar dan flora khas lainnya.
Tebing yang menjadi ciri khas pantai Gunung Kidul
Patung dewa di Pantai Ngobaran

Dari lokasi patung tersebut anda dapat juga menuruni tebing menggunakan tangga buatan menuju pantai yang terbilang cukup sempit, bebatuan yang berada di pinggir pantai membuat arus laut menjadi tenang, sesekali terlihat seseorang sedang asyik bermain pasir dan berenang di lokasi ini. Namun anda harus berhati-hati karena tangganya lumayan curam, tapi bagi saya sungguh asyik dan menantang.
Patung dewa ketika memasuki area pure
Tangga buatan untuk turun menuju pantai




















Menuju ke arah barat kalian dapat menikmati indahnya pantai Ngobaran, hamparan pasir dan desiran ombak yang terbilang cukup ramah kalian dapat juga menikmati dinginnya air laut. Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.
View Pantai Ngobaran dengan Pasir Putihnya
Pantai Ngobaran terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Berjarak 65 KM dari Kota Yogyakarta. Jarak tempuh bisa dari Wonosari dan juga bisa dari Pantai Parang tritis, tetapi untuk saat ini jalan dari pantai Parang Tritis sedang dalam perbaikan. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi ini bila dari kota Yogyakarta.
Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sejak dulu sudah menarik perhatian wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan lokal. Tempat wisata yang di publikasikan di Lombok  oleh media cetak maupun media elektronik sudah cukup membuat siapa saja terpesona dengan keindahan alamnya. Ketika sampai di Lombok, tepatnya di pelabuhan Padang Bai, eksotisme pulau ini sudah mulai terasa. Jajaran tebing pada bukit-bukit yang berbatasan langsung dengan laut sungguh mempesona.
Salah satu tempat wisata yang sudah tak asing lagi yaitu Pantai Senggigi, pantai yang letaknya tak jauh dari kota Mataram ini memiliki keunikan tersendiri, ombak yang tenang membuat lokasi ini cocok untuk area bermain Kano, cukup dengan mengeluarkan uang 10.000 - 20.000 anda bisa bermain kano sepuasnya, bukan hanya kano, alat snorkling pun ditawarkan untuk menikmati indahnya bawah laut di pantai ini. lelah bermain kano, anda bisa memesan kelapa muda dan sate bulayak, sate khas lombok.
Menjelang sore hari, Pantai Senggigi semakin ramai dikunjungi, bukan hanya bermain kano dan snorkling tetapi untuk menikmati sunset. Banyak fotografer yang berdatangan untuk mengabadikan moment ketika berada di pantai ini. Sungguh pantai yang sangat menarik dengan keramahan penduduknya dan eksotisme alamnya yang menakjubkan.
Di bawah ini ada beberapa foto ketika saya berkunjung ke Pantai Senggigi , bersama seorang teman yang memiliki darah Lombok, kami pun berpetualang :D (*thanks for Rian Belo n Tila)

Arus yang tenang menjadi sahabat para pemain kano :)
Terik matahari seakan akan menjadi penyemangat :)
Ketika sunset, bermain kano lebih menyenangkan :)
#sunset 1
#sunset 2
#sunset 3
#sunset 4
-Pantai Senggigi, Pulau Lombok, Indonesia (13-07-2012)-
Semua hanya berawal dari mimpi..
Yang akhirnya menjadi sebuah kenyataan..
Mungkin itu kata-kata motivasi untuk memulai catatan perjalananku di blog ini..

“Welcome to Bunaken Sea Park..”

Waaw perasaan senang, sedih, takut, bingung, semua bercampur aduk saat itu, senang dimana hari itu aku bisa menginjakkan kaki d pulau bunaken, ya tempat wisata yang sudah tak asing lagi d tingkat Nasional dan bahkan sekarang sudah mencapai level tingkat Internasional.. Sedih, ketika dalam beberapa hari ini akan meninggalkan kota Manado. Sulawesi Utara dan harus kembali ke Yogyakarta. Takut, hari itu aku takut jatuh cinta akan keindahan dari bawah laut Bunaken dan tak sanggup untuk meninggalkannya (ahaha, lebay..), dan yang terakhir yaitu perasaan bingung, bingung saat itu aku tidak yakin akan ke bunaken, bunaken yang selama ini hanya dilihat melalui televisi dan melalui internet akhirnya bisa aku datangi, semua bagaikan mimpi, ya mimpi sesaat yang kini hanya tinggal kenangan..
Hari itu tanggal 23 agustus 2011, cuaca di kota Manado masih seperti Yogyakarta, di awali dengan aktivitas pegawai kantor yang memenuhi jalanan kota Manado dan angkot dengan musiknya yang keras membuat kami takjub akan keindahan kota ini.. jam 08.00 WITA kami berangkat dari Manado menuju pulau bunaken, sebelum menuju bunaken kami sempatkan foto di depan pintu masuk menuju dunia mimpi.. :p

mereka yang juga pernah bermimpi
Jam 10.00 WITA kami berangkat menuju pulau siladen (lho katanya ke pulau bunaken..?) tunggu dulu broo, pulau siladen merupakan pulau yang tak kalah cantiknya dengan pulau bunaken, pulau ini masih belum terdapat listrik dan bangunan yang ada hanya rumah nelayan, lebih tepatnya pulau ini masih perawan, taman lautnya juga tak kalah indah dari bunaken. Setelah 3 jam perjalanan di laut dengan kapal boat berkapasitas 2 mesin, sampailah kami d pulau siladen. Samapi d sini kita bingung mau ngapain, mau snorkling nggk ada persewaan alat, mau renang tanggung (kata abangnya makanan sudah menungu d bunaken,haha), ya sudahlah abadikan dulu di pulau ini bahwa kita pernah ke pulau siladen, bukan Cuma HOAX (kata agan kaskuser, hhe..)
keindahan pulau siladen
batu karang yang menjadi keunikan dari pulau siladen
tim hura-hura :p
tim diving bunaken jo
Jam 14.00 WITA kami langsung menuju pulau impian, bunaken..!! waww, banyak kapal-kapal yang sedang menunggu para diving menikmati indahnya taman laut bunaken, batu karang dilihat dari atas kapal pun sangan menakjubkan, sesekali tampak penyu sedang berenang d sekitar perahu, sungguh pulau dengan ekosistem pantainya yang indah.. setelah beristirahat kami memulai latihan snorkling tidak jauh dari tempat penginapan, ya anggap saja ini pemanasan karena snorkling yang sebenarnya akan dimulai besok hari, hehe...
Pagi itu tanggal 24 agustus 2011 pukul 08.00 WITA aku sempatkan menikmati indahnya bunaken d pagi hari, udara yang sejuk dan tanpa bisingnya kendaraan membuat suasana semakin indah, tak lupa aku sempatkan foto d dermaga, dari dermaga inilah biasanya para tamu masuk menuju bunaken..
kesunyian bunaken
peta pulau bunaken
mejeng dulu di dermaga :p
jam 08.00 WITA sehabis sarapan dan sewa perlengkapan snorkling kami langsung naek kapal menuju perairan antara pulau bunaken dan pulau siladen, alhamdulilah cuaca hari itu cerah, awak kapal beserta kami pun bersemangat dengan pendahuluan intruksi dari abang guidenya, dan setelah sampai di TKP kami langsung terjun ke laut.. aku cukup kaget begitu melihat ke dalam, ternyata kami di turunkan di perbatasan atau lebih mudahnya tebing bawah laut, sedikit panik dengan perasaan takut tenggelam karena waktu itu tidak memakai pelampung akhirnya teratasi dengan pakaian yang sudah kami sewa, dan akhirnya bisa mengapung, hehe..
ini dia yang di tunggu-tunggu yaitu berlomba-lomba foto meskipun berada di dalam air, narsis pun dahur di sempatkan, hehehe..
foto paling aku suka neh :p
bagaikan penyu darat tak tenggelam, haha
sok eksis ini sih :p
buru-buruan eksis mau d foto
ini nih foto paling mantab :D

Ketika snorkling kurang lebih 2 jam, tiba-tiba ada kejadian yang tidak kami sadari, yaitu adanya arus bawah laut, sehingga ada beberapa kami yang panik, awak kapal segera merescue kami, dan alhamdulilah kami selamat sampai kembali ke penginapan. Sekian dulu catatan perjalanku di bunaken, meskipun nggk bisa diving, tapi seenggaknya udah ngintip taman laut bunaken, lain kali aku pasti kembali ke bunaken untuk diving, yaa.. meskipun hanya itu sebuah mimpi, aku yakin akan jadi kenyataan..
Thanks to Allah SWT, atas izinnya aku di perbolehkan menikmati indahnya ciptaan-Nya, kedua orang tua ku yang telah mensupport dengan segala perhatiannya, sebelum dan sesudah pelaksanaan KKN, pak camat yang gokil, para hukum tua dan perangkat desanya, serta masyarakat molinow yang sudah menjadi keluargaku, temen-temen KKN unit 126 : Rere, Aga armada, Agavani, cak Dawai, alex, icha, mega rempong, risma cengeng, naning, cak hane, mpok winny, wak ben, agung homo, agung CT, beta, anggun, andhika limbad, yanti, anggun, nurul, bung jefri,  mimi chan, wak genk supradi.. tanpa kalian kegiatan KKn ini mungkin tidak dapat terlaksana dengan baik, thanks atas kerjasamanya selama KKN PPM UGM, kita dibuat dewasa dengan segala masalah yang ada baik dari dalam kelompok kita atau dari luar.. semoga kita semua sukses, dan jangan lupa selalu baku dapa.. :D
Tim KKN PPM-UGM Unit 126 Minahasa Selatan, Sulawesi Utara 2011


Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf, selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Powered by Blogger.