Gunung Lawu, Yuk Sholat Iedul Adha

/
0 Comments
Gunung lawu terletak di perbatasan antara jawa tengah dan jawa timur. Gunung ini memiliki tinggi 3265 MDPL dan terdapat dua jalur pendakian yang terletak di desa tawang mangu. Jalur pertama bernama Cemoro Kandang yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Jalur Cemoro Sewu yang berada di provinsi Jawa Timur. Berawal dari liburan Idul Adha pada tahun 2008, akhirnya pada tanggal 7-8 Desember berangkatlah aku, Niko, Candra, dan Maz Iqbal dari Yogyakarta yang sebelumnya berkumpul di kos Niko. Pada awalnya yang akan ikut mendaki ada 6 orang, tetapi karena beberapa halangan hanya 4 orang saja yang berangkat.

Dari jogja jam 08.00 pagi kita menuju stasiun Lempuyangan dan naek kereta menuju solo. Dari Solo kita naek bis jurusan Tawang Mangu. Kemudian kita naek mobil khusus untuk menuju basacamp Cemoro Kandang. Di cemoro kandang waktu sudah jam 16.00, setelah mempersiapkan diri dan beristirahat sejenak serta makan malam kami pun memulai pendakian dengan beberapa teman pendaki lain yang telah berangkat dahulu. Cuaca waktu itu di basecamp berkabut, sehingga kamipun merasa was-was untuk mendaki karena cuaca yang kurang bersahabat.

Sikaaaaat, kata salah satu teman kami...! semangat pun terasa untuk mencapai puncak gunung Lawu yang katanya terdapat tugu di puncaknya.. 1 jam berjalan 2 jam berjalan sampailah di pos ! dengan nama taman sari bawah dengan ketinggian 2300 MDPL. Karena awal pendakian tubuh kami terasa lelah, tenggorokan pun terasa haus dan sedikit demi sedikit air pun kami teguk untuk melepaskan dahaga. Menuju pos 2 atau taman sari atas dengan ketinggian 2470 Mdpl yaitu sekitar 1 jam lebih. Suhu malam terasa lebih dingin dengan kegelapan malam tanpa sang rembulan.
Akhirnya kami mengeluarkan senter masing-masing dan aku terdiam sesekali terdengar suara gemuruh di atas kita yang aku khawatirkan akan terjadi badai malam itu. Beberapa menit kemudian ada beberapa pendaki yang turun dan aku bertanya apakah hujan atau tidak di atas karena mereka menggunakan ponco disaat turun. Mereka menjawab “nggk mas, diatas nggk hujan kok”. Jawaban itu membuat kami tenang dalam melakukan pendakian. Sesekali tawa terdengar dari maz iqbal dan niko yang bercanda agar tidak lelah dalam melakukan pendakian. Tak lupa juga perjalan kami yang di iringi dengan takbiran karena malam itu adalah malam idul Adha.

Beberapa jam berjalan, tibalah kami di pos 3 dengan nama Penggik ketinggian 2780 Mdpl sekitar jam 21.00. keadaan pos disini sudah rusak parah, berbeda dengan pos 1 dan pos 2 yang kondisinya masih lebih baik. Akhirnya kami sepakat untuk istirahat dan membuat api. Kekonyolan pun terjadi disini, begini ceritanya... kayu bakar telah terkumpul, korek telah siap, tapi bahan bakar yang digunakan bukan minyak tanah melainkan bensin, hehehe.. kami melakukan itu karean tidak ada yang menjual minyak tanah di tawang mangu. Sesekali api berkobar besar saat disiram dengan bensin dan cepat juga matinya,hahaha.... tak apalah, yang penting tubuh terasa hangat walau hanya sekejap.
Jam 11 malam kami tiba di pos 4, di pos ini cukup luas bagaikan ladang ilalang,terdapat pos lindung yang masih bagus, saat di pos 4 terdengar suara gaduh di dalam pos,karena gelapnya kamipun tak berani untuk mendekat.. dan setelah kami pangggil,ternyata ada dua pendaki yang istirahat hanya menggunakan sleepingbag. Dari pos 4 puncak sudah kelihatan dalam jarak tempuh 1 jam maka akan sampai di persimpangan menuju puncak (hargo dumilah) dan hargo dalem (tempat mbok iyem). Setelah berputar-putar kami tak juga menemukan rumah mbok iyem yang kata penjaga basecamp dapat membeli mie atau nasi pecel seharga 4000 saja...!! hmmmm,mantab tuh... setengah jam berputar-putar di hargo dalem akhirnya ketemu juga rumah mbok iyem, sekeliling rumahnya terbuat dari batu, di dalamnya banyak pendaki sedang istirahat dan kamipun bergabung dengan mereka.
Target sunrise akan kami lakukan, tetapi lagi-lagi malez untuk bangun kaarena lelahnya dan dinginnya suhu di ketinggian 3000an ini.. jam 06.30 kami keluar di depan mbok iyem untuk melihat pemandangan sekitar dan menghangatkan diri kami dari kedinginan.
kami muncak sekitar jam 07.00 dan matahari telah tinggi bersinar dengan cerahnya.. tak lupa juga kita memasak dipuncak dan mengabadikan moment puncak gunung lawu..

Tak lama-lama menikmati keindahan,kabut pun mulai naik dan kami segera melanjutkan turun lewat jalur cemoro sewu, jalur di cemoro sewu sudah tak alami lagi, karena sudah ada tangga berupa batu yang dibuat oleh penduduk sekitar.. jalur ini lebih cepat jika dibandingkan dengan jalur cemoro kandang. Turun menuju basecamp memakan waktu sekitar 3-4 jam, jam 12 kami sampai di basecamp cemoro sewu, Mampir di Masjid untuk sholat dan bersih bersih diri yang lokasinya di perjalanan turun agak bawah kearah tawangmangu.. ketika sedang baca tulisan “HP mohon dimatikan”, SMS secara berondongan masuk… hahaha...!!





Tawang Mangu 7-8 Desember 2008


You may also like

No comments:

Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf, selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Powered by Blogger.