Showing posts with label Jelajah candi. Show all posts
Showing posts with label Jelajah candi. Show all posts
Candi Prambanan di malam hari, suasana bulan purnama menambah mistiknya candi ini
Negeri Mentili yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Janaka mempunya Putri cantik jelita bernama Dewi Shinta. Untuk menentukan calon suami, diadakan suatu sayembara. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh putra mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Rama Wijaya, Prabu Rahwana Raja Alengkadiraja sangat menginginkan memperistri Dewi Widowati. Setelah melihat Dewi Shinta, Rahwana menganggap bahwa Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang selama ini dicari-cari.
Rama dan Shinta
Dewi Shinta, yang kemudian akan diculik oleh Rahwana ketika ditinggal berburu kijang oleh Rama
Hanoman yang bersiap untuk mngobrak abrik dan membakar kerajaan Alengka
Rama Wijaya yang siap memanah Rahwana
Pertempuran Rahwana dan Burung Garuda bernama Jatayu, ketika itu Jatayu berniat menyelamatkan Dewi Shinta, tetapi kalah oleh Rahwana
Pasukan Rahwana ketika akan membunuh Hanoman dengan cara dibakar hidup-hidup, tetapi Hanoman bukannya mati malahan membakar kerajaan Alengka
Pertempuran Rahwana Melawan Rama Wijaya, Rahwana akhirnya kalah oleh panah pusaka Rama dan dihimpit oleh Gunung yang dibawa Hanoman
dan pertunjukan pun usai, yang mau foto2 boleh kok :)
Nah itulah sepenggal cerita yang di pentaskan di Ramayana Ballet Candi Prambanan, malam itu saya untuk pertama kalinya menyaksikan keunikan tarian dari cerita yang melegenda tersebut. Bersama seorang kawan, kami langsung menuju prambanan dan segera mengambil tempat duduk paling depan. pertunjukan dimulai dari jam 19.30 sampai jam 22.00 lumayan panjang waktunya dan jangan lupa membawa cemilan, hehe..
Sungguh saya takjub melihat pentas yang dilakukan dengan latar candi prambanan itu, tetapi sedikit kecewa karena mendapatkan kursi dari samping. Jika ingin mendapatkan view dengan latar belakang candi prambanan dan bulan purnamanya harus memesan di kursi VVIP yang harganya cukup mahal bagi saya, haha..

Puing Puing Candi ijo
Perjalanan ke candi ijo memang tak terduga, suasana sore itu yang gerimis membuat saya bingung mau kemana, sedangkan disisi lain matahari sesekali bersinar dan sesekali tertutup awan mendung. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya putuskan menuju candi ijo. Candi ijo ini letaknya tidak jauh dari candi prambanan dan candi ratu boko, perjalanan yang menanjak membuat saya bingung dengan lokasi candi ini dan ternyata candi ijo merupakan candi yang letaknya tertinggi di Yogyakarta.
Memang tak sepopuler candi Borobudur dan candi Prambanan tetapi daya tarik candi ini membuat saya terpesona. Pemandangan yang di suguhkan dari candi ini berbeda dengan candi lainnya, di sisi barat candi anda dapat langsung menikmati bandara adi sucipto, dan di sisi tenggara tampak di kejauhan bukit ngelanggeran, terlebih lagi di sisi barat laut, tampak gunung sumbing dan gunung merapi di kelilingi awan sore.
Uniknya lagi jika kalian berkunjung di musim penghujan, maka suasana mistis romantis akan anda rasakan, kabut yang menyelimuti candi dan dinginnya udara di ketinggian membuat anda tidak pernah melupakan candi ijo. Rumput-rumput yang terbentang hijau di sekitar candi membuat candi ini lebih mempesona.
Tiket masuk ke candi ijo pun tak semahal candi borobudur, prambanan, dan candi ratu boko. Anda hanya cukup mengisi buku tamu dan dipersilahkan untuk menikmati wisata candi ijo. Cukup asik bukan, biaya yang gratis dan pemandangan yang mempesona dari ketinggian memang sudah seharusnya para traveler dan backpacker mengunjungi candi ini.

Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf, selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Powered by Blogger.