Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts
Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts
Pintu Gerbang Menuju Surganya Pulau Jawa
Sudah lama rasanya saya membuat planning ke Karimun Jawa, mungkin sekitar 2 sampai 3 tahun yang lalu dan baru tahun ini bisa menginjakkan kaki di pulau ini, dadakan lagi.. Sebulan sebelum keberangkatan peserta yang mau ikut lumayan banyak, tetapi menjelang keberangkatan hanya 4 orang yang berani melangkahkan kakinya, hahaha.. Perjalanan dari Jogja - Jepara kami tempuh dengan menggunakan travel, pagi dini hari kami sampai di pelabuhan jepara dan kebetulan bertemu dengan 3 traveler yang berasal dari Bandung, okelah.. nambah temen baru deh buat meminimalkan pengeluaran selama di Karimun Jawa, hahaha.. 4-5 jam perjalanan di laut itu sumpah membosankan, kerjaannya cuma duduk, liatin hape, ngemil, tidur begitu seterusnya selama di kapal, awal naek kapal sih hepi banget, dengan bangganya beli tiket trus foto-foto di jalanan menuju dermaga, mau masuk kapal foto-foto, di dalem kapal juga foto-foto.. barulah setelah 1 jam di atas kapal titik kebosanan mulai menjadi virus bagi kami, hahaha..
Setelah sampai di pelabuhan Karimun Jawa, kami langsung menuju homestay yang sudah dipesan sebelumnya, oh ya.. perjalanan kami kali ini tidak mengikuti agen travel, karena biaya yang dikeluarkan jika ikut paket tour lebih mahal, kalo engga percaya coba aja ke Karimun nggk usah ikut paket tour dijamin deh nggk nyesel.. Setelah mendapatkan homestay kami istirahat sejenak dan inilah yang saya tunggu-tunggu, Sunsetnya karimun jawa yang katanya aduh mamah sayangeeeeeeee..
Sunset di Karimun Jawa, Mataharinya Bulet Gitu Coba
Kalo Matahari Udah Tenggelam, Jangan Pulang Dulu, Ada yang Beginian :)
Selama di Karimun Jawa, kami mengunjungi beberapa pulau utama, seperti Pulau Menjangan Besar dimana kalian bisa berenang bersama ikan Hiu yang sudah bersahabat dengan manusia tentunya, ada juga Pulau Menjangan Kecil, disini kalian akan snorkling yang kemudian lanjut menuju Pulau Cemara Kecil.. nah ini dia tempat yang menurut saya asik banget pantainya, pasirnya putih airnya pun ada yang biru muda dan biru tua, widih ikan berenang aja keliatan dari jernihnya.. di sini juga kami makan siang, menunya ikan bakar ala salami broo, sambalnya juaraaaa.. liatin aja udah bisa ngebayangin pedasnya dan gurihnya ikan bakar, hahahaha.. Dari Pulau Cemara Kecil lanjut menuju Pantai Ujung Gelam, di pantai inilah menurut guide kami yang bernama "Mas Ngadi" sunsetnya bagus banget.. 
Selfie Jemaah di Pulau Cemara Kecil
Sunset di Pantai Ujung Gelam, Karimun Jawa
Untuk mengunjungi pulau pulau yang saya sebutkan diatas itu, membutuhkan waktu sehari penuh total ada 3 pulau yang dikunjungi dibagian barat, untuk dibagian timur ada 3 pulau juga yaitu Pulau Kecil, Pulau Tengah dan Spot Gosong. Di Pulau Kecil merupakan spot yang cocok untuk snorkling, ombaknya nggk separah pulau bagian timur, begitu juga dengan Pulau Tengah, disini kami lanjutkan dengan makan siang dan bakar ikan lagi broooo.. Oh ya, kami di Karimun Jawa 7 Hari 6 Malam terdampar kesana kesini akibat Kapal Ferry Siginjay nggk nyebrang dari Jepara ke Karimun Jawa.. tapi kami justru bahagia, bisa lebih lama lagi menikmati pulau Karimun Jawa dan Kemojan. Kali ini perjalanan darat dimulai, dengan sewa motor milik warga langsunglah kami menuju mangrove tracking dan juga bukit love, bukit yang katanya penduduk sekitar romantis buat menyaksikan sunset, acieeeeee.. hahahaha..
Mangrove Tracking, Salah Satu Tempat Menyaksikan Sunset
Homestay di Pantai Baracuda
Dermaga di Pulau Tengah




Setelah melihat suku Batak dimasa lampau, kini saatnya saya berkemas dari hotel dan melanjutkan perjalanan kami menuju Air Terjun Situmurun. Nama lain dari Air Terjun Situmurun adalah Air Terjun Binangalom. Nama ini diambil dari nama desa terdekat dimana air terjun ini berada. Kata Binangalom berasal dari nama sebuah sungai, yakni Lum atau Lom yang dalam bahasa bataknya berarti air penyejuk hati.
Patung yang berada di Pora-Pora, mungkin patung ini merupakan patung selamat datang yang menyambut wisatawan
Perjalanan menggunakan kapal menuju Air Terjun Situmurun bersama KM Star 03
Perjalanan dari Balige membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dan kami harus kembali ke Parapat, karena jika ingin melihat air terjun ini kami harus menggunakan kapal. 30 menit menggunakan kapal mengarungi luasnya danau toba, tiba-tiba muncul juga air terjun itu, tetapi kok nggk mampir ya, lho katanya mau ke Air Terjun Situmurun..? Owh, ternyata kami mau ke Pora-Pora seperti biasa Coffee Break dulu bro, asik.. Sampai di Pora-Pora yang pertama kali saya cari adalah toilet, maklum udah kebelet semenjak dikapal.. Pemandangan di Pora-Pora ini hanyalah bukit-bukit yang terdapat beberapa tempat persinggahan, ya semacam teluk gitu deh..
Pora-Pora tempat terpencil yang sejuk dan damai
Anak-anak danau toba, yang tinggal di Pora-Pora
Setelah istirahat sejenak perjalanan dilanjutkan menuju Air Terjun Situmurun, jaraknya sekitar 15 menit menggunakan kapal, dan ini dia Air Terjun Situmurun, taraaaa.. kamera segera saya keluarkan, dengan cuaca yang sedikit mendung dan keadaan kapal yang bergoyang-goyang sulit rasanya memotret air terjun ini, memakai tripod pun sangat sulit, hahaha.. belum lagi jika lebih dekat dengan air terjun itu rembesan air terjun bagaikan hujan grimis, wah maen aman deh, memasukkan kembali kamera dan menikmati pisang goring, hohoho.. Sebenarnya keberadaan air terjun ini hampir terlupakan. Padahal dulu air terjun ini menjadi tempat wisata favorit di Parapat selain batu gantung yang juga sohor itu. Destinasi ini hanya digandrungi oleh Wisatawan asing akibat jasa sewa kapal yang cukup mahal. Ada yang unik menurut saya, yaitu Air Terjun Situmurun mengalir langsung ke Danau Toba, bukan ke laut lepas dan air terjun ini juga dipercaya oleh masyarakat setempat dapat mendatangkan jodoh lho.. pantesan di ajakin kesini, hahaha..
Nah itu dia Air Terjun Situmurunnya bro, besok pasti dapet jodoh lu bro.. hahaha
Disekitar Air terjun pepohonan yang berada ditebing merupakan tempat tinggal bagi burung bangau
Dari air terjun perjalanan dilanjutkan menuju pulau samosir, di pulau samosir kami menuju ke Batu Persidangan. Dinamakan Batu Parsidangan karena memang fungsinya untuk mengadili penjahat atau pelanggar hukum adat (kasus pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan lainnya) atau juga untuk musuh politik dari sang raja. Di sini jugalah saya di ceritakan tentang sejarah makam raja yang pertama yang belum menganut agama dan makam raja yang sudah menganut agama. Karena waktu sudah malam, kami harus segera menuju cottage untuk beristirahat dan makan malam. Makan malam kami ternyata istimewa, dengan di iringi musik oleh marsada band, band asal batak yang udah terkenal, selain itu kami juga diperbolehkan foto-foto bersama personilnya lho, tentunya setelah bergoyang bersama ala batak, hahaha..
Makam raja di Daerah Batu Persidangan, Pulau Samosir
Cottage tempat kami bermalam, di depan kolam renangnya langsung danau toba lho.. :p
Kamar saya dan dewo, yang kemudian di ambil alih oleh dewo, haha
Foto bersama personil Marsada Band, Cisss :)


Jeep Bang Sebastian, sekalian buat objek foto"
8 Desember 2013, kami bangun jam 05.00 pagi dan betapa dinginnya suasana di luar sana, ah tapi apa mau buat harus ada pengorbanan jika ingin menikmati keindahan di pagi hari, apalagi suatu tempat yang saya belum pernah singgahi. Nggk usah mandi, cukup cuci muka lalu kami berkemas menuju minibus, saya pikir lokasinya jauh, eh ternyata cuma dibelakang hotel tempat kami menginap, hahaha.. dan hari ini merupakan hari kedua kami berada di Danau Toba, ya pastinya setelah melewati hari pertama yang memakan banyak waktu di perjalanan, saya berharap semoga hari ini kami bisa menikmati indahnya Danau Toba. Tempat yang kami tuju adalah “Bukit Pahoda” yaitu suatu lokasi yang paling gokil untuk menyaksikan sunrise di Danau Toba. Gimana nggk gokil, di atas bukitnya ada kuburan men.. hahaha..
Dari kejauhan nampak kopi yang menggoda iman, haha
Narsis dulu bro, mumpung masih halal, wkwkw
Beberapa saat kemudian mobil jeep milik bang Sebastian tiba-tiba datang dan segera menyiapkan peralatan masaknya.. wow, saya cukup kaget karena dalam benak saya nggk ada bayangan kita akan memasak di tempat yang gokil abis ini, setahu saya hanya kita akan makan pagi di bukit pahoda, hehe.. setengah jam berlalu saya menantikan sunrise di tempat ini sampai-sampai suasana masak-memasak mengalihkan perhatian saya, gimana nggk teralihkan di atas meja ada kue dan kopi, nah.. pas nih pagi pagi ngopi dipinggir danau toba, abaikan kamera kawan, ahahaha.. kopi panas dan kue itu sungguh menggoda naluri memotret saya, tripod dan kamera saya tinggalkan ya siapa tau nanti mataharinya muncul, walaupun kesiangan sih, yang penting gembira selalu, cie.. :p
Tim masak bang sebastian, hmm.. camping ceria beneran ini namanya, hehe
Kecil-kecil udah jago masak lho mereka :)
Bukit pahoda itu tempatnya cukup unik, banyak kuburan di sekitar kami.. entah itu bukit yang dikhususkan buat menyaksian matahari terbit atau itu bukit buat kuburan.. pas didepan kami danau yang sangat luas, entahlah kalau berenang bakalan berapa hari tuh sampainya didaratan seberang, dan dibelakang kami ada sawah dan pemukiman penduduk. Tetapi dibukit ini ada yang saya suka yaitu nasi goreng telor sambal. Dan yang paling spektakuler, yaitu “sambalnya..” entah itu sambal apa namanya saya lupa bertanya sama bang Sebastian tapi yang jelas baru nyampe di lidah udah kerasa pedasnya, padahal dilihat dimata seperti nggak ada rasa pedas, hahaha.. :D 
Sambil menunggu makanan, sekalian foto" dan update status :p
Mbak Venus sedang beraksi :D
Sungguh indah tempat ini kan, rugi deh kalo kalian traveling ke Danau Toba tapi nggk mampir ke Bukit Pahoda ini, meskipun cuaca yang mendung ternyata masih ada untungnya juga kok, yaaa.. nggk kepanasan, apalagi pas foto-foto hehe.. setelah puas bengong di tempat ini, entah mau ngapain lagi, lha di kanan kiri kuburan, depan belakang danau dan sawah ya udah deh kami langsung menuju hotel untuk ritual pagi, wkwkwk.. oya perjalanan kami akan dilanjutkan yaitu menuju Museum Batak jangan lupa baca kisah selanjutnya ya.. ciss :)
Foto bersama Tim WITH dan XL axiata
Berasa mudik lebaran kalo liat foto ini, haha :p
Kami ke Museum batak dulu bro, tunggu artikel selanjutnya yaa :D
Semua ini bermula ketika saya memenangkan hadiah traveling bersama Indonesian Travel (@indtravel) yang didukung oleh XL axiata (@XL123) gratis bro 3 hari 2 malam ke Danau Toba, Medan, Sumatera Utara. Terimakasih banyak buat Ind.Travel dan XL axiata, tanpa kalian mungkin saya hanya bisa mendengarkan suasana kota Medan dari radio lokal. Oya, saya merupakan salah satu dari ke tiga peserta lainnya, yang pertama ada si Dewo Adi, salah satu pemenang dari Bandung tapi dia asli Kalimantan bro bukan orang sunda, haha.. kemudian si Rahma dan Bunda Ririn, pemenang yang berasal dari Bekasi, nah kalo ini berdua anak Bekasi asli. Jadi trip kali ini bisa dibilang sayalah peserta terjauh yang berasal dari Yogyakarta, cieh dan pertemuan kami semua yaitu di Kota Medan.
Karena saya berasal dari kota yang paling jauh dan kemungkinan tiket pesawatnya susah untuk disamakan dengan yang lainnya, maka sayalah peserta pertama yang sampai di kota Medan (hahaha, yess). Betapa bahagianya saya bisa lebih lama sehari dari pada teman-teman lainnya yang sampai di Bandara Medan tanggal 7 Desember pagi, fufufu.. :p
Mungkin inilah pertama kalinya dalam hidup saya menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Pagi itu jam 07.00 WIB saya berangkat dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta dan sampai di Bandara Kuala Namu, Medan sore hari jam 14.00 WIB. Dari Bandara perjalanan dilanjutkan dengan Kereta Api menuju Medan Kota, dan wow.. betapa kagetnya saya ketika melihat kereta apinya yang masih baru dan masih bagus, pokoknya berasa naek kereta api di luar negeri deh, hihi.. :p
Kereta api jurusan Bandara Kuala Namu - Stasiun Medan 
Mabok duren di Ucok Durian
Sampai di kota Medan, saya bertemu dengan bang Zacky perwakilan dari tim Ind.Travel, Wonderful Indonesia. Setelah di antar ke hotel dan beristirahat sejenak melepas lelah, makan malam dimulai dan saatnya menikmati seafood di kota Medan, yeaaah.. lalu kami masih lanjut berpesta durian di Durian bang Ucok, kalau kalian orang medan pasti tahu tempat ini, karena tempat ini rame banget duriannya sampai sampai pembelinya pun kalah rame, hehe.. Besoknya, kami semua menjemput peserta lainnya di Bandara dan melanjutkan perjalanan menuju Danau Toba, suatu destinasi yang sudah lama saya nanti-nanti. Ternyata perjalanan dari Kota Medan menuju danau Toba itu sangat jauh ya, sekitar 7-8 jam. Tiba di kota Pematangsiantar kami beristirahat dulu dan menyempatkan membeli makanan khas yaitu Roti Ganda. Kenapa namanya Roti Ganda, mungkin kenyangnya berganda kali ya, saya makan 3-4 potong saja sudah nggk sanggup lagi untuk potongan berikutnya, hehehe.. (baca : diet).
Kalau ke Medan belom sah kalo nggk naek Bentor :p
Suasana Kota Parapat, di sepanjang jalan banyak yang berjualan souvenir
Oke, saatnya kami melanjutkan perjalanan, lagi-lagi sepanjang perjalanan pemandangannya kanan dan kiri hanyalah kebun kelapa sawit dan hutan rimba, wah mungkin ini ya yang dibicarakan oleh Naga Bonar di filmnya, hahaha.. luas banget. Dan setelah isi bus mini tak berdaya akhirnya bang Richard (pemandu kami selama di Danau Toba) berteriak “Ini Danau Toba”, kami pun takjub dan melihat sepanjang perjalanan yang kemudian sampailah di kota Parapat untuk makan sore. Dari Kota Parapat lagi lagi perjalanan dilanjutkan menuju Balige, tempat penginapan kami.. perjalanan dari Kota Parapat menuju Balige memakan waktu 2 jam. Sesampainya di Balige kami menuju hotel dan dilanjutkan makan malam bersama ditemani suasana danau toba di malam hari. Setelah makan malam mata tertuju pada pedagang durian di pinggir jalan dan serbuuu,haha.. Sesampainya di penginapan, kasur dan guling seakan-akan memanggil saya dengan selimut yang empuk dan hangat diatasnya.. ah, jadi nggk pengen bangun kalo gini suasananya, zzZZ..
Makan malam bersama di Cafe bang bastian
Sisa-sisa pelampiasan di malam itu, puluhan ikan nila jadi korban
Briefing buat kegiatan besok, di pandu oleh kak Nita
Mabok durian di Balige, tinggal pilih deh mau yang kayak apa
Kamar tempat kami bermalam, suasanya dingin" kinyis
Senja sore itu, di bibir kawah ijen ketika kami akan turun menuju pos 1
Bulan agustus kali ini merupakan liburan panjang sekaligus musim kemarau yang baik untuk merencanakan liburan, kali ini tempat yang saya pilih yaitu kawah ijen. Kawah ijen saya pilih karena lokasinya yang dekat dengan kampung halaman yaitu Bondowoso. Setelah lebaran selesai dan menyisakan waktu liburan, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini setelah beberapa tahun tidak mengunjungi kawah ijen kembali.
Bersama seorang kawan dari banyuwangi yang kebetulan mempunyai hobi sama yaitu fotografi kami bertiga memulai pendakian jam 15.00 WIB, memang kami sengaja mendaki ijen sore hari karena saya sendiri belum pernah melihat sunset di kawah ijen. Dengan tracking sekitar 2 jam, sampailah kami di bibir kawah, angina kencang dan debu kali ini menemani kami menikmati indahnya ijen di sore hari.
Ketika sampai di bibir kawah saya cukup kaget melihat betapa sepinya penambang belerang yang biasanya berpapasan ketika tracking, ternyata setelah bertanya kepada petugas dipos pendakian hari ini masih merupakan hari libur lebaran, sehingga para penambang pun juga libur kerja. Tetapi dengan sepinya penambang suasana sore itu semakin indah, asap tebal yang dikeluarkan sesekali menyelimuti matahari yang akan tenggelam. Inilah waktu yang saya tunggu-tunggu, perubahan warna menjelang matahari tenggelam tidak saya lewatkan begitu saja. Tripod dan kamera selalu saya pegang karena angin waktu itu sangat kencang dan disepanjang bibir kawah hampir tidak ada tempat untuk berlindung.
pemandangan yang kami lihat ketika akan mencapai bibir kawah, langit begitu cerah dimusim kemarau.
matahari yang sesekali tertutup asap kawah, sesekali muncul menghangatkan suasana pegunungan
Bibir kawah ijen, yang ketika sunrise terlihat ukiran ukiran di tebingnya
Senja yang tinggal beberapa menit lagi, bersama asap belerang
Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, kami tak lupa mengibarkan sang bendera merah putih
Musim kemarau telah tiba, waktu yang ditunggu-tunggu telah datang dan liburan Agustus 2013 kali ini merupakan waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman. Tujuan kali ini yaitu Gunung Bromo, sudah sekian lama saya tidak mengunjungi gunung ini, pertama kali ke Gunung Bromo waktu masih duduk di kelas 3 SMP. Kali ini, gunung yang mengalami erupsi beberapa tahun lalu sungguh terasa berbeda, adanya spot untuk melihat sunrise yang baru saya ketahui yaitu pananjakan 1 dan pananjakan 2 menjadikan daya tarik tersendiri bagi saya.
Kawah Gunung Bromo
Sunrise Gunung Bromo (18-08-2013)
Tepat tanggal 17 agustus kami berempat berangkat dari Surabaya dan bermalam di homestay dekat pananjakan. Pagi itu jam 01.30 suara jeep dan motor sudah menjadi alarm tidur saya yang hanya beberapa jam saja. Tak sabar ingin melihat sunrise dan menuju lautan pasir membuat saya susah untuk tidur. Jam 03.00 kami menuju pananjakan 1 dan betapa kagetnya saya waktu itu, bukan tentang matahari yang muncul terlalu pagi dan bukan juga tentang dinginnya suasana pegunungan di musim kemarau, tetapi begitu ramainya pengunjung pagi itu untuk menyaksikan sunrise gunung bromo. Selain itu saya juga melihat lampu-lampu kecil yang beriringan menuju puncak tertnggi di pulau jawa “MAHAMERU” gunung yang mengingatkan saya tentang pendakian di tahun 2010 bersama seorang kawan baik.
Bromo - Semeru
Mahameru dengan Letusannya
Ketika sunrise tiba sekitar jam 05.00 sungguh indahnya gunung yang sudah lama tidak saya lihat ini. Aura sinar mentari pagi bagaikan lukisan di dinding-dinding tebing pegunungan, warna langit pun sungguh mempesona dan dengan gagahnya Mahameru berada paling tinggi. Perjalanan kami belum selesai, setelah sunrise masih ada lautan pasir yang menunggu di bawah sana dan ternyata suasana memang sudah berubah setelah sekian tahun saya mengunjungi Bromo kembali.


Jika dulu saya berjalan kaki di lautan pasir ini, sekarang saya menggunakan motor dan sudah pasti resikonya yaitu kalo enggak terjebak dilautan pasir ya pasti dihantam debu jeep yang lewat. Hahaha.. Belum lagi panasnya cuaca di lautan pasir buat kulit terasa mau gosong, tapi inilah yang dinamanakn ke-seru-an dalam berpetualang, kalo nggk seru ya nggk asik.. hehe..
Sampai Jumpa Bromo di lain waktu :D

Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf, selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Powered by Blogger.